Download lampiran aslinya
by Kenny Dewi
Apa sih bedanya dojo kami dengan dojo lainnya? Pertama, rentang usia yang cukup bervariasi (dari 6 tahun sd bapak-bapak) , Kedua, orangnya asyik-asyik (yang ini rada muji diri sendiri) Ketiga, untuk menjalankan “retention program” maka sensei Moko mendukung berbagai kegiatan outing. Yalah, masak iya mau latihan melulu (perangnya kapan????), kami pun manusia yang mau diajak bersenang-senang.
Setelah beberapa kali program outing ( halal bihalal di rumah Pak Sandy, nonton bareng di PIM, buka puasa bersama di rumah Pak Helmi, nongkrong bareng di Kaliabata), tercetuslah ide untuk jalan-jalan (LAGI), tapi kali ini agak jauhan yaitu ke Puncak .2 malam 3 hari. Waduh. Catatan : diperbolehkan membawa keluarga .
Sebelum berangkat, diadakan koordinasi kilat atas upaya yang dituakan; Pak Helmi, selaku tuan rumah secara villa beliau lah yang dipergunakan untuk kemaslahatan ini. Lalu para ibu-ibu berkoordinasi perkara menu makanan dan besaran iuran.
Singkat cerita, terdaftarlah …..anggota aktif yang menyatakan diri akan berangkat. Pada hari Jumat, tanggal …. Berkumpullah kami di dojo.

Menunggu pak Cheppy yang datang terlambat
Setelah menunggu dan menunggu, konvoi 4 mobil diberangkatkan pukul 21.00 :
· Mobil 1 ;Pak Helmi plus istri, dua anak, 1 pengasuh,
· Mobil 2
ak Sandy plus istri, 3 anak, 3 pengasuh
· Mobil 3 : Papa Real, Mama Real, Tentu saja Real dan Dewi adik Real.
· Mobil 4 : Adi , Jefta, Daniel, Anggi, Jeremy, dan Pak Cheppy , ,
Ternyata perjalan tersendat di tol dan kami mencapai lokasi sekitar pukul 23.00. Disambut udara yang dinginn..brrrrr..yang tadinya tak ada acara makan malam, karena kebaikan hati Ibu Ayu Helmi, tersedialah nasi goreng dan kerupuk yang tak terlupakan rasanya karena kedahsyatannya menghilangkan rasa lapar sebelum mendarat di pulau kasur. Femi dan suami tiba sekitar tengah malam dan pasangan berkendara motor : sensei Moko dan Ridwan datang keesokannya. Luar biasa ternyata animo acara ini , sampai tengah malam dan bermotor pun rela ditempuh !

Datang.. langsung makaaaan..
Kegiatan utama di villa adalah : Makan. Boleh percaya atau tidak, apa saja yang tersedia, habis disantap! Tentunya hal ini menambah keriaan para penguasa dapur: semacam compelement bahwa Cuma ada 2 kategori makanan : ENAK dan ENAK SEKALI.
Hari sabtu pagi, roti panggang-coklat-keju-susu . Dilanjutkan acara berenang dan bermain bola (atu dimainin bola?). Makan siang sayur asem, ikan goreng, sambal dan lalapan …yummmy. Dilanjutkan pisang goreng di sore hari sambil bercengkerama santai. Malam minggu menu masakan Jepang sederhana : miso shiru, chicken teriyaki dan salad wortel. Ludes dalam sekejap.

hmm.. yummy..
Kemudian dikabarkan sensei Ferdi akan datang , sehingga sekitar pukul 21.00 kami keluar dari villa menuju ke hotel ……… dan sudah tersedia jagung bakar sambil menunggu sensei. Lihatlah apa perbedaan dari kedua foto berikut (Waks). Sekitar pukul 23.00 kami kembali ke villa dan bincang-bincang dengan sensei Ferdi yang ternyata datang tanpa keluarga.
Minggu pagi diwarnai dengan sarapan onigiri, nasi kepal Jepang berisi abon ayam dan mayonaise dan dibalut nori(rumut laut kering). Sekitar pukul 10 ada tamu yang memperkenalkan salah satu produk kesehatan, yang kemudian dilanjutkan makan siang : pepes ikan, pepes ayam, sayur lodeh, tempe oseng-oseng, bakmi goreng, Wow. Memang makan bersama macam begini akan berakibat rasa senang dan efek samping penambahan berat! Sebelum meninggalkan villa, masih ada lagi rujak !
Hayahhhhhhhhhhhh…tinggal satu hal yang kurang : bikin lagu hymne dojo fitaliano nih!

Berkumpul.. berfoto.. sebelum pulang.. ah,.. senang